| Komentar:Keli adalah Pendeta muda yang bersemangat diutus membuka pelayanan di daerah terpencil. Satu hari kemudian pemimpin kampung setempat datang untuk meminta bantuan melakukan sakramen pemakaman. Yang meninggal adalah seorang perantau yang tidak diketahui agamanya dan yang tidak mempunyai sanak keluarga di kampung tersebut. Karena itu tidak ada upacara pemakaman hanya perlu didoakan saja.
Keli terharu dan segera mempersiapkan diri , membawa jubah, alkitab dan berjalan kaki menuju pemakaman. Sayang….. dia lupa menanyakan lokasi pemakaman sehingga terlambat 30 menit ditempat tersebut. Tidak terlihat pengusung jenazah…. Tidak juga pemimpin kampung tersebut, hanya beberapa tukang disamping gundukan tanah yg baru ditimbun, sedang istirahat sambil membereskan cangkul dan alat kerja , bersiap siap meninggalkan lokasi.
Pendeta Keli segera mengenakan jubah, berdiri disamping kuburan yang baru ditimbun. Menyanyikan dua lagu dan membuka alkitab lalu membaca doa doa,,,khusuk… meneteskan air mata….Sadar hari mulai gelap, dia pergi berjalan pulang. Menyusul para tukang…. Dia mendengar salah seorang berbisik, “mungkin lebih baik kita ceritakan sekarang, bahwa itu adalah sebuah septic tankâ€â€¦.
|